Mobil plat RFS, RFD, menggunakan sirine dan strobo bukan kendaraan prioritas di jalan

OtoSport.Tekinfom.Com Pelat nomor dengan ekor RFS, RFD, RFU dan kawan- kawan sering kali digunakan untuk meminta prioritas di jalan. Meski tanpa penjagaan dari pihak kepolisian, tak jarang strobo, rotator sampai sirine dihidupkan. Bolehkah begitu?

Mobil plat RFS, RFD, menggunakan sirine dan strobo bukan kendaraan prioritas di jalan

Dirlantas Polda Metro Berhasil Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kalau mobil dengan pelat nomor tersebut tidak memiliki idiosinkrasi spesial saat maju di jalan, melainkan jika menemukan penjagaan dari pihak kepolisian.

” Tidak ada( keistimewaaan), rotator dan sirine hanya bisa untuk kendaraan yang sesuai di Undang- Undang,” kata Sambodo saat dihubungi detikcom beberapa waktu yang lalu.

Seperti diketahui pelat nomor tersebut merupakan nopol yang hanya bisa digunakan untuk administratur negara. Misalnya isyarat huruf RFS untuk administratur awam. Sedangkan RFP untuk kepolisian, RFU dan RFD diperuntukkan untuk Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan Udara dan Bumi.

Lebih lanjut, Sambodo mengatakan tanpa penjagaan aparat tidak ada hak prioritas termasuk mobil berpelat nomor tersebut.

Dengan tutur lain jika mobil dengan pelat nomor tersebut tanpa penjagaan polisi maka hak prioritasnya tidak ada. Meski menggunakan pelat nomor spesial, sambil memasang sirine atau lampu strobo, tetap hak prioritasnya tidak legal.

” Benar( pelat nomor RFS, RFD, RFU cs tidak ada prioritas tanpa penjagaan aparat kepolisian), artikel 59 UU 22 tahun 2009,” ucapnya.

Mobil plat RFS, RFD, menggunakan sirine dan strobo bukan kendaraan prioritas di jalan

Dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Rute dan Angkutan Jalan Artikel 59( 5), dituturkan kendaraan apa saja yang bisa menggunakan rotator dan sirine, ialah:

a. lampu pertanda warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia;

b. lampu pertanda warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor narapidana, penjagaan Angkatan Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, alang merah, rescue, dan jenazah; dan

c. lampu pertanda warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor langlang jalan tol, pengawasan alat dan Infrastruktur Lalu Rute dan Angkutan Jalan, pemeliharaan dan eliminasi sarana biasa, menderek Kendaraan, dan angkutan benda spesial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button